![]() |
| Source: http://www.drawingsomeone.com/couple-hugging-drawing/ |
INTRO
“Aku
harus segera mengirimkan surat ini,” ucap seorang gadis sambil memegang secarik
kertas yang sudah terlihat sangat tua itu. Dia segera beranjak dari tempat
tidurnya dan mengambil amplop di meja belajarnya. Gadis itu agaknya ragu dengan
apa yang dilakukannya. Dia berhenti sejenak.
“Haruskah aku melakukan ini?” pikirnya.
THE DAMN MAIL
Minggu
yang menyebalkan! Aku bosan sekali. Tidak seharusnya, kan, aku terkurung
dirumah begini? Seharusnya, aku bisa pergi nongkrong dengan John dan Mike. Atau
nonton dengan Fely. Ini semua karena Kylie. Ini semua karena Kylie tidak
berhati-hati mengendarai mobil Ayah. Aku tidak akan pernah mau membiarkannya
untuk mengendarai mobil lagi.
Tok tok tok!
“Masuk,”
jawabku. Oh, ternyata Ibu yang mengetuk pintuku. Dia terlihat bingung sekali.
“Apa-apaan
ini? Kamarmu gak berubah. Handuk basahmu itu belum berubah posisi, Rey. Apa
susahnya sih menjemur handuk? Terus, apa yang terjadi dengan kaset DVD-mu?”
ocehnya. Pfft, aku tidak ingin
beradu-mulut kali ini. Aku segera merapihkan kaset-kaset DVD dan menaruh handuk
ke keranjang pakaian kotor. Ibu terlihat membolak-balik sebuah amplop surat di
tangannya.
“Kok
gak dijemur?!”
“Sudah waktunya ganti handuk baru, oke?” jawabku menghindari adu mulut. Ibu mengangguk setuju.
“Sudah waktunya ganti handuk baru, oke?” jawabku menghindari adu mulut. Ibu mengangguk setuju.
“Jadi,
Ibu baru saja terima surat. Tapi disini terlihat kalau surat ini untuk kamu,
Reynard Andrew Smith” jelas Ibu.
“Tapi,
Rey. Alamat pengirim disini tertulis alamat rumah kita yang lama, aneh kan?”
tambahnya. Ia menyerahkanku amplop itu dan meninggalkanku keluar kamar.
Nama
pengirimnya disini, Maria Alekseeva.
Aku, tidak mengenal siapapun yang bernama Maria Alekseeva. Dan, aku tahu kalau
rumah kami yang lama belum ada yang menempati, masih kosong. Tanpa pikir
panjang, aku segera membuka amplop surat itu. Oh, 2 lembar. Satu kertas baru,
dan satu kertas tua. Tua sekali.
Aku minta maaf
mungkin aku ‘mengganggumu’. I just wanna
send you the ‘old letter’ that have your name on it. Aku cari alamatmu
kesana kemari (I stalked you, I’m sorry),
dan akhirnya aku bisa mengirimkan ini. Uhm, surat itu sepertinya ramalan padamu
tentang jodohmu, ya. Good luck, bro. Go
find her!
P.S: Namaku bukan Maria Alekseeva. Itu hanya
samaran. Dan alamat rumahmu yang lama, aku melihatnya di foto facebookmu. You don’t know me, we never talk.
Whoa, menurutku ‘Maria’ punya skill yang expert
banget sih. Aku jadi ingat foto facebook-ku itu, saat aku masih memelihara
seekor golden retriver. Yah, aku memang foto pas sekali di depan rumah, jadi,
wajar saja Maria bisa tahu.
If you’re not Reynard Andrew Smith, give this message to
him. If you are Reynard, you have to know about this. You have to remember and
find your future wife. You will easily find her if you follow this message.
Reynard, your future wife is not a senior—she’s a junior!
She is younger than you. I can’t recognize her face, but with her shillouette,
I know that you’ll get a fit lady. Lucky you. She’s a junior but you guys never
get in the same school together. Reynard, You’ve met this girl and I think you guys
know each other. Or maybe having crush each other? Mmm, we don’t know.
Reynard, you’re made for her as she’s made just for you.
You always connected to her since your first sight.
-Madaam
Z
Well, damn it, Madaam Z. Dia tahu
dari mana tentang jodohku? Ini bukan ramalan, ini khayalan. Dari kecil, aku
tidak pernah ditanamkan untuk percaya ramalan. Dan bukannya ramalan malah
membuat masa depan kita tidak menjadi surprise, kan? Yup, I want my future to
be a surprise for me, Dear Madaam Z.
Di bawah terdengar ramai sekali,
begitu juga dengan perutku. Cacing-cacing di perutku sudah sangat tidak sabar
untuk mendapatkan jatah makan malam. Aku segera menyusuri tangga dan ternyata Matt,
kakak tertuaku, baru saja datang dari Seattle.
“Anthony, come to uncle!” sapaku
pada keponakanku satu-satunya. Anthony segera meraih lenganku. Ah, aku suka
sekali dengan anak kecil, tetapi aku tidak punya adik. Jadi, aku sangat
menyayangi bocah ini.
“Uncle, lihat gigiku. Aku baru saja
melepas satu gigi susuku,” ujarnya sambil menunjukkan gigi ompongnya. Anak ini
polos sekali.
“Hebat, Anthony!” pujiku padanya.
Ibuku dan Kylie sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam. Sedangkan Matt
dan Julia, istrinya, masih sibuk dengan koper dan barang-barang yang mereka
bawa.
Makan malam hari ini akan sangat
menyenangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar