- Jumat, 22 Mei 2015

I can't believe it (1)

Source: http://www.drawingsomeone.com/couple-hugging-drawing/

INTRO
“Aku harus segera mengirimkan surat ini,” ucap seorang gadis sambil memegang secarik kertas yang sudah terlihat sangat tua itu. Dia segera beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil amplop di meja belajarnya. Gadis itu agaknya ragu dengan apa yang dilakukannya. Dia berhenti sejenak.
“Haruskah aku melakukan ini?” pikirnya.
THE DAMN MAIL
Minggu yang menyebalkan! Aku bosan sekali. Tidak seharusnya, kan, aku terkurung dirumah begini? Seharusnya, aku bisa pergi nongkrong dengan John dan Mike. Atau nonton dengan Fely. Ini semua karena Kylie. Ini semua karena Kylie tidak berhati-hati mengendarai mobil Ayah. Aku tidak akan pernah mau membiarkannya untuk mengendarai mobil lagi.
Tok tok tok!
“Masuk,” jawabku. Oh, ternyata Ibu yang mengetuk pintuku. Dia terlihat bingung sekali.
“Apa-apaan ini? Kamarmu gak berubah. Handuk basahmu itu belum berubah posisi, Rey. Apa susahnya sih menjemur handuk? Terus, apa yang terjadi dengan kaset DVD-mu?” ocehnya. Pfft, aku tidak ingin beradu-mulut kali ini. Aku segera merapihkan kaset-kaset DVD dan menaruh handuk ke keranjang pakaian kotor. Ibu terlihat membolak-balik sebuah amplop surat di tangannya.
“Kok gak dijemur?!”
            “Sudah waktunya ganti handuk baru, oke?” jawabku menghindari adu mulut. Ibu mengangguk setuju.
“Jadi, Ibu baru saja terima surat. Tapi disini terlihat kalau surat ini untuk kamu, Reynard Andrew Smith” jelas Ibu.
“Tapi, Rey. Alamat pengirim disini tertulis alamat rumah kita yang lama, aneh kan?” tambahnya. Ia menyerahkanku amplop itu dan meninggalkanku keluar kamar.
Nama pengirimnya disini, Maria Alekseeva. Aku, tidak mengenal siapapun yang bernama Maria Alekseeva. Dan, aku tahu kalau rumah kami yang lama belum ada yang menempati, masih kosong. Tanpa pikir panjang, aku segera membuka amplop surat itu. Oh, 2 lembar. Satu kertas baru, dan satu kertas tua. Tua sekali.
Hi, Reynard
Aku minta maaf mungkin aku ‘mengganggumu’. I just wanna send you the ‘old letter’ that have your name on it. Aku cari alamatmu kesana kemari (I stalked you, I’m sorry), dan akhirnya aku bisa mengirimkan ini. Uhm, surat itu sepertinya ramalan padamu tentang jodohmu, ya. Good luck, bro. Go find her!
P.S: Namaku bukan Maria Alekseeva. Itu hanya samaran. Dan alamat rumahmu yang lama, aku melihatnya di foto facebookmu. You don’t know me, we never talk.
                Whoa, menurutku ‘Maria’ punya skill yang expert banget sih. Aku jadi ingat foto facebook-ku itu, saat aku masih memelihara seekor golden retriver. Yah, aku memang foto pas sekali di depan rumah, jadi, wajar saja Maria bisa tahu.
                If you’re not Reynard Andrew Smith, give this message to him. If you are Reynard, you have to know about this. You have to remember and find your future wife. You will easily find her if you follow this message.
            Reynard, your future wife is not a senior—she’s a junior! She is younger than you. I can’t recognize her face, but with her shillouette, I know that you’ll get a fit lady. Lucky you. She’s a junior but you guys never get in the same school together. Reynard, You’ve met this girl and I think you guys know each other. Or maybe having crush each other? Mmm, we don’t know.
            Reynard, you’re made for her as she’s made just for you. You always connected to her since your first sight.
-Madaam Z

            Well, damn it, Madaam Z. Dia tahu dari mana tentang jodohku? Ini bukan ramalan, ini khayalan. Dari kecil, aku tidak pernah ditanamkan untuk percaya ramalan. Dan bukannya ramalan malah membuat masa depan kita tidak menjadi surprise, kan? Yup, I want my future to be a surprise for me, Dear Madaam Z.
            Di bawah terdengar ramai sekali, begitu juga dengan perutku. Cacing-cacing di perutku sudah sangat tidak sabar untuk mendapatkan jatah makan malam. Aku segera menyusuri tangga dan ternyata Matt, kakak tertuaku, baru saja datang dari Seattle.
            “Anthony, come to uncle!” sapaku pada keponakanku satu-satunya. Anthony segera meraih lenganku. Ah, aku suka sekali dengan anak kecil, tetapi aku tidak punya adik. Jadi, aku sangat menyayangi bocah ini.
            “Uncle, lihat gigiku. Aku baru saja melepas satu gigi susuku,” ujarnya sambil menunjukkan gigi ompongnya. Anak ini polos sekali.
            “Hebat, Anthony!” pujiku padanya. Ibuku dan Kylie sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam. Sedangkan Matt dan Julia, istrinya, masih sibuk dengan koper dan barang-barang yang mereka bawa.
            Makan malam hari ini akan sangat menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar